humani-institute.org – Berdasarkan unggahan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti Kemendikbud), mereka mengatakan bahwa masa pandemi tidak melunturkan semangat mahasiswa untuk meraih prestasi. “Masa pandemi seperti saat ini tidak melunturkan semangat mahasiswa Indonesia untuk tetap menorehkan prestasi, baik tingkat nasional maupun Internasional,” tulis Ditjen Dikti Kemendikbud lewat akun Instagram resminya pada Jumat (23/10/2020). Ditjen Dikti juga berharap agar prestasi-prestasi beberapa mahasiswa bisa menginspirasi pelajar lainnya untuk terus berkarya dan membanggakan nama Indonesia. Berikut ini merupakan tujuh universitas asal mahasiswa Indonesia yang mencetak prestasi sejak Agustus 2020 hingga saat ini.

prestasi  nasional dan internasional

1. Universitas Negeri Yogyakarta

Satu tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih medali emas dalam ajang International Invention, Innovation, and Design Competition (3IDC) 2020. Lima mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut adalah Ario Candra Purpratama (Prodi Kimia), Zulkaisi Dwi Pangarso (Prodi Pendidikan Fisika), Intania Isnaini (Prodi Pendidikan Kimia), Nahla Nur Khalisah (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), dan Dwi Rahmawati (Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga). Meski lomba karya ilmiah yang diadakan oleh Faculty of Accountancy, Universiti Teknologi MARA Kedah, Malaysia ini berbentuk virtual, tetapi kelima mahasiswa tersebut berhasil meraih prestasi dengan mempresentasikan “Innovation of Synthesis and Characterization for Curcuminoid Nanoemulsion Temulawak”. Selain itu, sekelompok mahasiswa dari UNY juga menciptakan inovasi Smart Pond Management System yang bernama Sahabatambak.  Pembuatan karya ini mendapatkan dana dari Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa Prestasi Nasional dan Internasional 2020 pada bidang teknologi karena dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas serta hasil panen ikan. Alhasil, omzet mitra pun dapat meningkat secara maksimal.

2. Universitas Tanjungpura, Universitas Gadjah Mada, Universitas Tadulako, dan Universitas Katolik Parahyangan

Pada akhir September 2020, empat tim dari empat universitas memeroleh predikat sebagai tim terbaik dalam ajang National University Debating Campionship (NUDC) 2020. Dalam acara yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Universitas Tanjungpura (Kalimantan Barat) memeroleh posisi terbaik pertama. Sementara itu, Universitas Gadjah Mada (DIY Yogyakarta) berada pada posisi terbaik kedua sedangkan Universitas Tadulako (Sulawesi Tengah) dan Universitas Katholik Parahyangan (Jawa Barat) sebagai terbaik ketiga. Dari Prestasi Nasional dan Internasional mereka pada ajang nasional, keempat tim terbaik nantinya akan mewakili Indonesia dalam lomba debat berstandar internasional (World University Debating Championship) pada Juli 2021.

3. Universitas Brawijaya

Tiga mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (DKI Jakarta) berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi pangan internasional bernama The Seafest-Indofood Food Product Development Competition 2020. Di bawah nama tim Gincha, mereka membuat inovasi pada minuman Kombucha (minuman yang berasal dari fermentasi teh hijau atau hitam, gula, ragi, dan bakteri). Daisy, Salsabilla Zahidatu Abdillah, dan Dwi Uchtiyawati Rohmah membuat Kombucha dari fermentasi teh bunga telang yang dinfus dengan rimpang jahe. Daisy mengatakan bahwa perjuangan timnya tidak sia-sia karena mungkin juri menilai karyanya sebagai Prestasi Nasional dan Internasional yang terbaik dari segi analisis pasar yang paling akurat.

4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Lima mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya meraih medali emas pada ajang World Invention and Competition Exhibition (WICE) 2020 Prestasi Nasional dan Internasional karena membuat karya inovasi berupa sensor pendeteksi penangkapan ikan ilegal dan bencana laut. Mereka adalah Wildan Muhammad Mursyid (Teknik Material 2017), Ghifari Hanif Mustofa (Teknik Mesin 2017), Ahmad Fahmi Prakoso (Teknik Material 2018), Edo Danilyan (Biologi 2018), dan Aldiansyah Wahfiudin (Teknik Material 2018).